mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Atasi Darurat Rujuk, Bupati Tanjab Barat Resmikan Operasional Ambulance Air Tangis Haru Bu Esi Pecah, Saat Rumahnya Didatangi Danrem dan Wabup Merangin Jaga Kebugaran, Danrem Gapu Olahraga Jalan Kaki Bersama Danrem 042/Gapu Hadiri Pelantikan Bupati Bungo JCH Tanjab Barat Mulai Tarik Balik Setoran Haji

Home / Tanjab Timur

Kamis, 15 Oktober 2020 - 15:51 WIB

Aktivis Penggiat Lingkungan Ferry Irawan Temui Temui Romy Haryanto

Ferry Irawan, Direktur Perkumpulan Hijau Jambi bersama Romy Hariyanto. [FOTO : JambiNET/MRG]

Ferry Irawan, Direktur Perkumpulan Hijau Jambi bersama Romy Hariyanto. [FOTO : JambiNET/MRG]

TANJAB TIMUR – Ferry Irawan, aktivis penggiat lingkungan yang saat ini Direktur Perkumpulan Hijau Jambi, sengaja menemui Romy Hariyanto di kediamannya di Muara Sabak pada Rabu (14/10/20).

Kedatangan Ferry ke kediaman sementara Calon Bupati petahana Tanjab Timur Nomor Urut 2, di bilangan Keramas Paritculum Satu itu lantaran ingin mendiskusikan persoalan lingkungan hidup.

Dijelaskan Ferry, dia sudah cukup lama memantau gerak-gerik Romy selama menjabat Bupati Tanjung Jabung Timur, terkhusus berkaitan dengan komitmennya selaku kepala daerah terkait lingkungan hidup.

Ferry menilai komitmen Romy pada isu lingkungan cukup baik. Dia dan teman-temannya sesama aktivis lingkungan memberi perhatian khusus pada isu itu.

Romy, dikatakan Ferry, sejauh ini memperlihatkan komitmen yang jelas dan tegas soal isu lingkungan. Dia mencontohkan pembangunan hutan kota di Kelurahan Rano Kecamatan Muarasabak Barat. Lalu program rehabilitasi mangrove dengan pemberdayaan masyarakat di sejumlah desa pesisir dan program ketahanan pangan yang digelontorkan di sekitar kawasan Taman Nasional Berbak (TNB).

BAJA JUGA  Korban Pencabulan Bermodus 'Bimbel Online' di Tanjabbar Ternyata Pelajar SMA Sumsel

“Bahkan kami tahu persis saat beliau menolak keras program replanting sawit dan sikap tegas beliau yang menolak menandatangani ijin salah satu perusahaan yang beliau duga mengancam kawasan, menurut kami itu komitmen yang cukup tegas,” kata Ferry.

Terkait hutan kota, Ferry mengapresiasi kebijakan Romy yang mengharuskan diisi dengan tanaman endemik lokal. Sebagaimana diketahui, ketika mengijinkan pembangunan hutan kota itu, Romy mewajibkan ditanamnya jelutung rawa, ramin, merbau, gaharu, pulairawa, leban, ketapang, tembesu, simpur, kelat, terap, asam kandis, asam gelugur, nibung putih, birabira, sagu, bungur dan kasai.

BAJA JUGA  Sekda Tanjabbar Ikuti Rakor Kesiapan Pilkada Serentak

“Begitulah semestinya seorang kepala daerah mempertahankan endemik lokal agar keberlangsungan hidup endemik itu dijamin kelestariannya. Di sebagian daerah kepedulian semacam ini sudah kian hilang,” ujar Ferry.

Program Romy memberdayakan masyarakat pesisir untuk penanaman mangrove juga dinilai sebagai upaya nyata yang sistematis. Pemberdayaan masyarakat dengan mengharuskan 20 desa pesisir untuk menganggarkan penanaman mangrove minimal 50 juta per tahun tersebut,

Menurut Ferry itu adalah salah satu solusi menjawab kian rendahnya kepedulian masyarakat pesisir terhadap kelestarian mangrove. Padahal keberadaan mangrove sendiri sangat vital bagi mendukung kelangsungan hidup masyarakat pesisir terutama nelayan dan ekosistem laut,” lanjut Ferry.(*/MRG)

Share :

Baca Juga

Tanjab Timur

Robby Nahliansyah Lantik Tim Pemenangan R2 di Nipah Panjang, Begini Pesannya

Tanjab Timur

Main Sabu, Warga Tungkal Ilir Ditangkap BNN

Tanjab Timur

Seorang Kakek di Batang Asam Ditemukan Gantung Diri

Tanjab Timur

Warga Tanjab Timur Dihebohkan dengan Penemuan Tulang Manusia dalam Mobil Pick Up di Kanal WKS

Tanjab Timur

Danrem 042/Gapu Hadiri Pembukaan Latgab Penanganan Karhutla Provinsi Jambi

Tanjab Timur

KPU Tanjabtim Terima Logistik Surat Suara Pilbup 2020