mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
Atasi Darurat Rujuk, Bupati Tanjab Barat Resmikan Operasional Ambulance Air Tangis Haru Bu Esi Pecah, Saat Rumahnya Didatangi Danrem dan Wabup Merangin Jaga Kebugaran, Danrem Gapu Olahraga Jalan Kaki Bersama Danrem 042/Gapu Hadiri Pelantikan Bupati Bungo JCH Tanjab Barat Mulai Tarik Balik Setoran Haji

Home / Uncategorized

Selasa, 3 November 2020 - 01:26 WIB

Rencana Aksi Pemkab Tanjabbar Siaga Bencana Hidrometeorologi

Apel Konsolidasi Siaga Bencana yang dipimpin langsung oleh Bupati Dr. Ir. H. Safrial, MS di Pelabuhan LLASDP. [FOTO : JambiNET/HMS]

Apel Konsolidasi Siaga Bencana yang dipimpin langsung oleh Bupati Dr. Ir. H. Safrial, MS di Pelabuhan LLASDP. [FOTO : JambiNET/HMS]

TANJAB BARAT – Menghadapi Fenomenan La Nina yang terjadi di Samudera Pasifik diprediksi akan mengakibatkan peningkatan curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya. Setiap daerah diminta siaga dan menyiapkan mitigasi antisipasi terjadinya bencana alam.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat gelar Apel Konsolidasi Siaga Bencana Dampak La Nina dipimpin langsung Bupati Dr. Ir. H. Safrial di Pelabuhan LLASDP. Senin (02/11/20).

Turut hadir dalam apel Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH, Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf Erwan Susanto, S.IP para Kepala OPD, Kepala Basarnas dan Perwira TNI dan Polri.

Apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh komponen petugas siaga bencana Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang terdiri dari jajaran Polres Tanjung Jabung Barat, didukung oleh kekuatan TNI, dan Pemkab Tanjung Jabung Barat, serta Tim Basarnas dan Tim dari Manggala Agni.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan berdasarkan data dari BMKG hingga akhir tahun 2020 ini akan terjadi peningkatan curah hujan yang dapat menimbulkan bencana. Termasuk wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

BAJA JUGA  Bupati Tanjab Barat Sambut Malam Nisfu Sya’ban Bersama Masyarakat di Rumah Dinas

“Dampak dari fenomena alam ini bisa berupa bencana hidrometeorologi antara lain banjir, banjir badang, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi dan tsunami,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan pemetaan lokasi yang tergolong rawan bencana di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat antara lain:

  1. Wilayah Kecamatan Tungkal Ilir dengan daerah rawan bencana banjir rob dan kebakaran rumah.
  2. Wilayah Kecamatan Betara dengan daerah rawan bencana karthula dan sebagian kecil bencana banjir.
  3. Wilayah Kecamatan Pengabuan dan Senyerang dengan daerah rawan bencana tanah longsor dan angin puting beliung serta bencana karthula.
  4. Wilayah Kecamatan Merlung dan kecamatan-kecamatan lainnya di wilayah ulu merupakan daerah dengan rawan bencana karthula dan sebagian kecil bencana banjir.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan beberapa pokok Rencana Aksk khususnya kepada seluruh petugas dan personil yang terlibat langsung dalam kesiapsiagaan bencana tahun 2020 ini, sebagai berikut :

  1. Adakan pemetaan lokasi rawan bencana, sehingga aman memudahkan kita dalam penempatan personil dan penentuan cara bertindak.
  2. Latih kemampuan pribadi yang bermanfaat untuk pertolongan terhadap korban bencana, serta latih kemampuan dalam penggunaan peralatan.
  3. Persiapkan perlatan semaksimal mungkin untuk kesiapsiagaan, bila ada kejadian bencana dan tanggap darurat, maka siap untuk di operasionalkan.
  4. Mempersiapkan aktifitas posko siaga bencana di daerah yang menjadi langganan bencana, sehingga memudahkan untuk pergerakan.
  5. Adakan patroli gabungan di wilayah rawan bencana, secara sineegis dan saling mengisi untuk memantau situasi.
  6. Jalin sinergitas dan kebersamaan, dan laksanakan tugas ini dengan penuh ikhlas.
  7. Jaga kesehatan, selalu berdoa semoga allah swt tidak menurunkan segala bentuk bencana diwilayah kita ini
BAJA JUGA  Untuk Mengasah Ketelitian dan Kesabaran, Danrem 042/Gapu Ajak Bermain Gateball

Diharapkan Bupati dengan apel ini bisa terwujud sinergitas yang baik antara pemerintah daerah dan TNI/Polri, serta instansi dan komponen masyarakat yang terlibat langsung dalam penanggulangan berbagai bentuk bencana yang di mungkinkan akan terjadi di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada akhir tahun 2020 ini.(*/Hms)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Ombudsman Sebut Tanjab Barat Masuk Predikat Tinggi dalam Pelayanan Publik

Uncategorized

Ini Motif Paman Tikam Ponakan Sendiri Sedang Belajar di Kuala Tungkal

Uncategorized

Pemkot Jambi Larang Adakan Kegiataan Acara Malam Tahun Baru

Uncategorized

Danrem Gapu Pantau Tes Kesamaptaan Jasmani Calon Tamtama PK TNI-AD 2021